Viral, Temuan Stempel Berlogo PKI HRD CRCC di Morowali

0
132

RADAR BI, Morowali – Logo palu arit sendiri identik dengan gerakan terlarang yang pernah ada di Indonesia, yakni Partai Komunis Indonesia (PKI).

Kepolisian Resor (Polres) Morowali, telah memeriksa lima saksi terkait penemuan surat yang berstempel palu arit di daerah tersebut. Selain itu, pihak Polres juga telah mengamankan barang bukti stempel berlogo palu arit tersebut. Senin, (27/08/2018).

Butomo HRD PT. CRCC bersedia keluar dari perusahaan dimana dia bekerja dan akan tetap menjalani proses hukum yang berlaku di Indonesia.

Terkait stempel yang berlogo palu arit yang digunakan HRD PT. CRCC. Menuai banyak pertanyaan kepada sejumlah elemen atau masyarakat morowali kususnya masyarakat kecamatan Bungku Timur.

Setelah para tokoh ulama dan masyarakat Desa Bahomatefe Kecamatan Bungku Timur mendatangi langsung Kantor PT. Wangxiang dan meminta agar Butomo bertanggung jawab atas beredarnya Stempel yang berloga palu arit atau lambang PKI yang digunakan sebagai cap pada Surat Keterangan salah satu karyawannya.Sastra wijaya yang mewakili PT. Wanxiang mengatakan, dalam pertemuan tersebut stempel itu bukanlah stempel atau logo dari PT. Wanxiang.

Tanggal 16 Agustus 2018 beredarnya stempel yang berlogo palu arit tersebut sangat membuat masyarakat resah. Butomo yang selaku HRD PT. CRCC saat ditanya oleh masyarakat mengatakan,  bahwa stempel ini hanya digunakan dalam internal saja hanya untuk komunikasi .

Butomo juga mengatakan, ” Selama dua tahun di sini, kami tidak tahu kalau logo itu adalah lambang PKI atau komunis yang dilarang keras di indonesia kami sebagai WNI akan menghentikan memakai logi tersebut”, katanya.

Sementara itu Butomo juga selaku HRD PT. CRCC mengaku salah dan menyesal akan perbuatan yang telah menyakiti hati masyarakat dalam hal ini. Butomo akan meminta maaf kepada masyarakat indonesia khususnya masyarakat Morowali.

Atas kesalahan yang saya lakukan, saya meminta maaf dan saya juga malu dan menyesal melakukan hal itu dan kami juga tidak berani lagi untuk menyebarkan lambang PKI atau komunis di Indonesia dan kami juga sangat menghormati hukum yang berlaku di Indonesia, ujar Butomo.

Kami juga siap dipulangkan dan tidak akan lagi berada di Perusahaan PT. Wanxiang demi untuk mengobati luka masyarakat indonesia terutama masyarakat Kecamatan Bungku Timur.

Tokoh masyarakat, MUI dan pemuda anshor yang diwakili Ustad Armin mengatakan, bahwa kedatangan ke PT. Wanxiang ini bukan untuk demo. Akan tetapi kedatangannya hanya untuk meredam kemarahan masyarakat bungku timur, khususnya serta mengklarifikasi terkait adanya logo atau lambang palu arit yang ditemukan di dalam areal PT. Wangxiang.

Untuk itu dalam hal ini kita percayakan kepada pihak kepolisian kami juga menghimbau kepada Teman – teman agar dapat mengerti dan mempercayakan penuh kepada pihak kepolisian, ujarnya Ustad Armin.

Sementara itu Kabag Ops Polres Morowali Akp. Tomy dalam penjelasannya menegaskan bahwa terkait beredarnya stempel yang berlogo palu arit, pihaknya langsung bertindak tegas untuk proses hukum masih dilakukan penyelidikan secara intens.

“Saya mohon bantuan kepada MUI agar dapat membantu meredam kesimpang siuran pada masyarakat Bahomotefe, NKRI harga mati mari kita Sama – sama meredam atas persoalan ini”, ujar Kabag Ops Polres Morowali.

Setelah dilakukan negoisasi terjadilah kesepakatan yaitu Butomo menyesali perbuatannya dan memohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas kelalaiannya dalam bekerja.

PT. CRCC tidak akan lagi menggunakan cap atau Logo palu arit tersebut baik di dalam maupun luar perusahaan.

Pihak Perusahaan PT. CRCC juga mengambil keputusan untuk mengeluarkan Butomo dari perusahaan PT. CRCC atas permintaan sendiri dan tetap menjalani proses hukum yang berlaku di negara kesatuan republik indonesia ini.

Dalam pertemuan tersebut di hadiri: Kabag Ops Polres Morowali Akp. Tomy, Kasat Sabara Polres Morowali Akp. Sugianto, Danramil 1311-01/BT Kapt. Inf. Sukamto, Sastra Wijaya sedangkan dari pihak PT. Wanxiang, Butomo HRD PT CRCC, Tomi dan sastra kuasa hukum PT. Wanxiang, para Alim ulama dan tokoh tokoh masyarakat sekecamatan Bungku Timur sebanyak 30 orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here