Tinjau Banjir, Para Petinggi Provinsi Aceh di Sambut Forkopimda Aceh Tamiang

0
29

Radar BI Aceh Tamiang | Untuk pertama kalinya Kabupaten Aceh Tamiang menerima kunjungan lengkap dari Unsur Forkopimda Aceh yang terdiri dari Plt. Gubernur Ir. H. Nova Iriansyah, M.T, Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Hassanudin S.I.P., M.M., Kapolda Aceh Irjen Wahyu Widada dan Wakajati Muhammad Yusuf.

Rombongan tiba di Bumi Muda Sedia sekira pukul 10.00 Wib pada Selasa (19/05/2020) dengan menggunakan Helikopter dan mendarat tepat di Lapangan Bola Kaki Bandar Khalifah Kecamatan Bendahara. Bagi Masyarakat Aceh Tamiang, kunjungan para Unsur Forkopimda Aceh merupakan suatu kehormatan besar dan patut dibanggakan.

Usai disambut Bupati Mursil didampingi jajaran Forkopimda Aceh Tamiang, rombongan langsung bergerak menuju lokasi banjir guna meninjau situasi keadaan banjir dan tanggul yang jebol di KampungTeluk Halban Kecamatan Bendahara.

Dalam hal ini Bupati Aceh Tamiang Mursil, SH, M.Kn mengucapkan selamat datang kepada Plt. Gubernur beserta rombongan.

“Ini merupakan suatu kehormatan dan anugerah bagi Kabupaten Aceh Tamiang atas kedatangan Bapak Plt. Gubernur dan juga rombongannya. Kami merasa sangat senang atas perhatian yang diberikan oleh Provinsi,” tutur Mursil dengan bahagia.

Selanjutnya Plt. Gubernur dalam sambutannya mengingatkan kepada masyarakat terkait Pandemi Covid-19 yang tengah mewabah maka untuk Sholat Idul Fitri pada lebaran tahun ini tidak ada keharusan untuk dilaksanakan di Mesjid maupun di Lapangan.

“Jika masyarakat tetap ingin melaksanakan Sholat Ied, harus mengikuti protokol dengan menggunakan masker dan waktunya dapat dipersingkat,” Jelas Ir. Nova.

“Kita tetap harus dapat menahan diri karena mencegah itu jauh lebih baik daripada mengobati, ikuti prosedur yang telah dianjurkan oleh Pemerintah dengan mencuci tangan, hidup sehat, jaga kebersihan, kurangi merokok serta cukup keluar rumah jika memang sangat dibutuhkan,” terangnya lagi.

Dalam kesempatan ini juga, Kepala Mukim Bendahara Hilir, Muhammad Lazim mewakili masyarakat mengajukan beberapa keluhan mengenai masalah banjir ini terutama masalah tanggul. Pihaknya memohon untuk dapat meninggikan tanggul sepanjang 6 km, dan diharapkan dapat dilakukan pengalihan arus untuk mengantisipasi tanggul yang akan digunakan.

Lebih lanjut dikatakannya, ada tanah hutan wilayah yang terletak di Kuala Penaga, diharapkan dapat dialih fungsikan untuk persawahan dan sudah diajukan ke Dinas terkait, oleh karenanya diharapkan kepada Bapak Gubernur dapat membantu penyelesaiannya agar segera selesai.

Kegiatan diakhiri dengan doa dan penyerahan bantuan sembako dan pangan secara simbolis kepada para Datok Penghulu. (Syam)

Sumber: Humassetdakab/Atam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here