Polri Sebut Media Sosial Sumbang Konflik Warga Saat Pilkada Serentak 2020

0
108
Kabaharkam Polri, Irjen. Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H.

Jakarta – Perkembangan arus teknologi khususnya di media sosial dinilai mampu menyebabkan konflik horizontal. Polri mengingatkan ancaman konflik sosial jelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

Kabaharkam Polri, Irjen. Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H mengatakan, mencatat ada ada puluhan konflik sosial yang terjadi jelang Pemilu dan Pilkada pada periode 2018 hingga sampai 2019. Puluhan konflik sosial tersebut salah satu lantaran didorong dengan adanya media sosial yang masuk dalam kehidupan masyarakat.

“Tahun 2018 terdapat 29 peristiwa konflik sosial sampai Juli 2019 telah terjadi 26 peristiwa konflik sosial yang salah satunya diakibatkan karena pengaruh media sosial,” jelas Kabaharkam Polri dalam Seminar Nasional Strategi Manajemen Media di Era Disrupsi 4.0 untuk Indonesia Maju, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Selain itu, Mantan Kapolda Sumatera Utara itu juga menjelaskan, perkembangan teknologi informasi yang menampilkan kecepatan, kebebasan, keterbukaan informasi publik tanpa batas, dan tidak memperhatikan kaidah-kaidah atau norma-norma yang dijunjung tinggi oleh budaya bangsa Indonesia.

Kabaharkam Polri menyatakan, penting untuk ditingkatkan adalah diskursus mengenai manajemen media. Itu karena saat ini masyarakat dianggap sangat bebas dan tak mampu menyaring dan menelaah sejauh mana kebenaran dan keakuratan informasi tersebut.

“Oleh karena itu, diperlukan diskursus mengenai manajemen media yang efektif dan efisien dalam masa sekarang, di mana dikenal dengan era disrupsi 4.0 sebagai implikasi dari revolusi industri,” tegas.

Sementara itu, sabotase dan terorisme menjadi ancaman serius menjelang pesta demokrasi. Menurutnya hal tersebut harus diantisipasi jelang pelaksanaan Pilkada 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here