Pengurus Ormas Islam Di Simalungun Gaungkan Persatauan Menjelang Pilkada 2020

0
95

Radar Bhayangkara Indonesia.com,Simalungun Pengurus Organisasi Masyarakat (ORMAS) Islam bertemu di acara FORHATI beberapa waktu lalu membahas keumatan.

Acara Diskusi Publik yang gagas FORHATI Simalungun, bertajuk Menakar potensi umat Islam, di hadiri pengurus-pengurus ormas Islam di Simalungun diantaranya, MUI, Muhamadiah, From pembela Islam (FPI). PBNU, JPRMI, ANSOR, IKADI, Rumah Zakat dan beberapa Ormas Islam lainnya.

Banyak pertanyaan yang di lontarkan ormas kepada Panelis (pembicara) dalam diskusi tersebut, terkait permasalahan umat islam di Simalungun.

“Kekuatan besar umat Islam disimalungun tak mampu di manfaatkan untuk mendudukan pemimpin yang berkualitas dari kalangan sendiri, menjelang Pilkada banyak orang-orang islam tiba-tiba memakai kopiah putih,” eh sudah jadi Tim sukses (TS) si anuh, kata perwakilan FPI

Terpisah, “permasalahan yang paling besar yang di hadapi umat Islam saat pilkada adalah istilah NPWP (dalam bahasa jawa, Nomor Piro Wani Piro), kata PBNU

“budaya NPWP sudah menjamur sampai keakar rumput, ketidak mampuan kita saat ini adalah membendung arus itu, imbunya,” bagi masyarakat bawa ada juga istilah,” siapapun yang menang kita tetap gini-gini aja. Kata Shohibul Ansor Siregar

Hal senada di sampaikan oleh Tuan Guru Batak Syech Dr Ahmad Sabban Rajagukguk menurut dia “trobosan memilih pemimpin dari kalangan kita adalah, umat Islam di Simalungun jangan kehilangan figur yang mampu menyatukan semua perbedaan, persoalannya klasik yang kita hadapi saat ini adanya kesenjangan, perbedaan pandangan antar sesama ormas dan ulama, secara teologi kedudukan kita mudah di otak atik, bahkan kerap di jadikan ajang politik praktis, kata TGB

“jika Forum ini bisa menyatukan kita, sambung TGB, maka kita harus belajar dari berbagai kesalahan, kita satukan niat dengan pandangan yang sama, untuk tujuan yang sama pula, ungkapnya

Di sisi lain Ketua KAHMI Simalungun, “siap mendukung penuh Deni Sartika S.Ag.M.M maju menjadi kandidat balon Bupati Simalungun, tutur Bhaktiar Sinaga

Menurutnya, Deni Sartika adalah alumni terbaik di HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) saat ini dia menjadi Ketua FORHATI Simalungun, semua ini tak terlepas dari persoalan birokrat muslim selama hampir satu dasawarsa.

“birokrat muslim di Pemkab simalungun sejak 2010, mengalami masa kelam bahkan mengami titik terendah untuk jabatan eslon dua, ini artinya kata Bhaktiar Sinaga,”masyarakat muslim di Simalungun kurang terwakili, kalo pun ada hanya bisa di hitung jari, dari dasar inilah KAHMI bertekat mendukung penuh Deni Sartika untuk maju di Pilkada Simalungun 2020 mendatang, ungkapnya

Usai acara, Tim Radar menemui Deni Sartika Ketua FORHATI Simalungun, dirinya juga bagian dari Panitia kegitan diskusi publik yang di laksanakan di INTERNASIONAL Restouran dan Comvercien Hall, jalan gereja no 38 Pematang Siantar, Sabtu (7/9/2019)

Deni Sartika menegaskan dirinya siap maju di pilkada Simalungun, menurut dia, acara ini untuk menakar umat Islam dalam menyongsong pilkada Simalungun, harapanya semua ormas Islam bisa mengerucutkut pilihannya untuk mendukung kandidat dari kalangan muslim, dengan menghilangkan ke egoisan maju untuk Simalungun yang lebih baik, ungkapnya

Pilkada serentak akan di gelar september 2020 mendatang termasuk Kabupaten Simalungun menjadi salah satu daerah yang ikut melaksanakan Pilkada Bupati dan wakil Bupati, beberapa kandidat sudah mulai bermunculan meski KPUD Simalungun belum membuka pendftaran, namun wacana politik sudah mulai terasa dengan banyaknya baliho dan spanduk yang terpasang dimana-mana. (sugianto aziz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here