Konseling Tim Psikologi AD, Pulihkan Mental Pasien Corona

0
12

Jakarta – Bantu menjaga dan memulihkan kesehatan mental pasien terpapar Corona, tim Psikologi Angkatan Darat memberikan konseling untuk menghindari rasa takut dan bosan saat diisolasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Psikologi Angkatan Darat (Kadispsiad) Brigjen TNI Dr.Eri Radityawara Hidayat, dalam keterangannya saat _video conference_ dengan Dispenad, di Bandung, Jawa Barat, Selasa (05/05/2020).

Lebih lanjut diungkapkan Kadispsiad, sebelum bergabung dengan Satgas TNI, sejak awal pandemi Corona menyebar, dirinya sudah mengantisipasi kebutuhan tenaga psikologi dengan membentuk pokja dan memberikan pelatihan konselor bagi personel Dispsiad.

“Dan pada Sabtu (18/4/2020) lalu, betul adanya permintaan tenaga psikologi dari Kapuskes TNI Mayjen TNI dr.Bambang Dwi HS, Sp.B, FinaCS, meminta Dispsiad untuk membantu menangani kondisi psikologis pasien dan tenaga medis yang mulai dilanda kejenuhan dan masalah psikologis lainnya,” ujarnya.

“Sejak saat itulah Tim Psiad yang berjumlah tiga orang bergabung dengan tim kesehatan TNI di Wisma Atlet Kemayoran,” ucap Eri Radityawara Hidayat.

Dikatakannya pula, Tim Psikologi Angkatan Darat ini bergabung dengan Satgas TNI, Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) dan relawan dari Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid- 19.

“Kegiatan yang dilakukan Tim Psikologi ini memberikan pendampingan psikologis, layanan konseling online, dan juga tatap muka jika diperlukan. Selain itu, kita juga rutin memberi semangat dan motivasi kepada pasien setiap pagi dan malam melalui pengeras suara,” jelasnya.

“Bahkan kami juga memberikan pembekalan dan pelatihan terhadap tenaga kesehatan di RSD Covid-19,” tambah Eri.

Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) atas terselenggaranya _video conference_ ini dan publikasi kegiatan Dispsiad dalam membantu penanganan pasien Covid-19.

“Kiranya apa yang selama ini kita kerjakan dapat membantu pemerintah dalam mencegah sekaligus penanganan pasien Corona di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran,” tandasnya.

Di tempat terpisah, Ketua Tim Psikologi Angkatan Darat, Kapten Inf Didon Permadi menerangkan bahwa kehadiran Tim Psikologi ini memberikan konseling dan motivasi untuk menambah semangat pasien Corona dalam proses penyembuhan.

“Salah satu faktor yang dapat mengurangi imunitas tubuh adalah kondisi stres dan rasa takut yang dihadapi oleh para pasien Corona. Sehingga mereka (pasien) merasa bosan saat diisolasi, tidak bisa tidur dan mengalami depresi.

“Untuk itu, tugas kita lah yang memulihkan kondisi psikologis pasien Covid-19 sehingga mereka dapat sehat kembali baik secara fisik maupun psikis untuk melawan Covid-19,” imbuhnya.

Dijelaskan pula, konseling yang dilakukan Tim Psikologi ini di antaranya melakukan kunjungan tatap muka ke kamar pasien dan juga memberi motivasi lewat pengeras suara baik pagi maupun malam, mengingat sekarang ini, secara umum pasien mendapat kecemasan lebih dari biasanya.

“Sebagian para pasien kecemasannya bisa jadi tak terkelola dengan baik, sehingga perlu kita tenangkan mereka untuk memudahkan proses penyembuhan,” lanjut Didon.

Dikatakan pula oleh Didon, bentuk konseling yang diberikan dapat berupa online (chat/suara/video call) maupun tatap muka jika memungkinkan.

“Selain itu, kami pun memberi stimulasi berupa aktivitas kelompok untuk mengembangkan dukungan sosial, mencairkan suasana serta meningkatkan keeratan kelompok,” tandasnya.

Berkaca pada kondisi penyebaran Covid-19, Didon menyebut tak akan meminta orang untuk tak cemas, lantaran rasa tersebut muncul secara alami.

“Yang harus diperhatikan adalah bagaimana mengubah kecemasan ke tindakan-tindakan preventif yang aplikatif,” katanya.

“Agar tidak muncul kecemasan yang berlebihan, tim Psikologi dalam konseling juga menyelinginya dengan permainan, sehingga mereka akan lupa terhadap penderitaannya,” ucap Didon.

Selain kepada pasien Covid-19 katanya, konseling juga diberikan kepada para tenaga medis baik para dokter dan perawat.

“Ini penting kita berikan agar para tenaga medis ini dapat relaksasi dan ketenangan dalam menjalankan tugas sekaligus juga tekanan untuk menghindari kejenuhan,” ujarnya.

Ketika ditanyakan tentang hambatan yang dihadapi dalam memberikan konseling, Didon menyampaikan salah satunya adalah keterbatasan untuk berinteraksi dengan klien secara langsung dalam membina kepercayaan dari pasien untuk terbuka menceritakan permasalahannya.

“Untuk mengatasinya, kami sesering mungkin melakukan sosialisasi melalui grup chat, melalui pengeras suara dan juga secara rutin mengirimkan materi-materi psikoedukasi. Dan juga menyempatkan untuk memberi aktivitas kelompok ketika melakukan kunjungan langsung,” sebutnya.

Diungkapkan pula, dalam memberikan konseling ini, rasa bangga, tertantang dan khawatir akan risiko yang dihadapi bercampur menjadi satu.

“Tapi jika diiringi dengan keyakinan, apalagi kami dilengkapi dengan APD tingkat 3, yakin tidak akan tertular,” tuturnya.

Tak lupa dirinya pun berpesan kepada masyarakat agar disiplin dalam melakukan anjuran pemerintah untuk membatasi aktivitas di luar rumah.

“Jaga pola hidup sehat dan tetap produktif meskipun beraktivitas di rumah. Inilah momen untuk mempererat hubungan dengan keluarga tercinta,” harapnya.

“Selain itu, salinglah memberikan dukungan sosial terhadap keluarga ataupun penderita Covid-19, hindari hoax dan stigma terhadap penderita, karena mereka sangat membutuhkan dukungan kita semua,” pungkasnya penuh harap.

Sumbar: Dispenad.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here