Gubernur Sumut Edy Ramayadi Laksanakan Peringatan 1 Oktober Di Tugu Letda Sudjono Bandar Betsi, Kabupaten Simalungun

0
115

radarbhayangkaraindonesia.com Simalaungun : 1 Oktober merupakan hari bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia, untuk memperingati hari Kesaktian Pancasila, tonggak sejarah kelam bagi bangsa Indonesia.

Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (PKI) 1965 menorehkan tinta hitam sejarah bangsa Indonesia, pembantaian para Jendral yang di lakukan PKI masa itu, masih sangat membekas hingga kini.

Setiap tahun peringatan 1 Oktober di laksanakan di tugu Letda Sudjono, Bandar Betsi Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, untuk mengenang perjuangan letda Sudjono sebagai Pahlawan Revolusi mempertahankan keutuhan NKRI, dari rong-rongan PKI pada masa itu.

Gubernur Sumut Edy Ramayadi, di dampingi Bupati Simalungun JR Saragih hadir bersama Jajaran Pemkab Simalungun, Kodam 022 Pantai Timur, DanRamil, Kapolres Simalungun AKBP Hibertus Ompusungguh SIK dan beberapa staf Angkatan Darat, Polri, ASN, Ormas, OKP, pelajar, SMP, SMA, sejumlah tokoh masyarakat, diikuti warga sekitar tumpah ruah di lapangan tugu Sudjono, Bandar Betsi, Selasa (1/10/2019)

Usai upacara Gupsu meletakkan papan bunga di depan tugu pahlawan letda sudjono, sebagai simbol penghormatan atas perjuangannya,

Dalam jumpa Pers, Gubsu menekankan,” pentingnya menjaga nilai-nilai pancasila, kebiadaban PKI membantai para Jendral dan sipil menjadi sejarah kelam bangsa ini, Faham Komunis tak boleh lahir di negeri ini, peristiwa itu tak boleh terulang, Kata Gubsu

“kita kuatkan nilai persatuan, solidaritas anak bangsa dengan menjaga kerukunan, bahwa kebhinekaan itu adalah anugrah yang harus kita jaga dari waktu ke waktu hingga ke anak cucu, ungkapnya

“jadikan sejarah kelam itu sebuah pelajaran bahwa kebiadaban PKI dengan membantai rakyat yang tak berdosa, memecah belah persatuan dengn isu dan faham komunis, mengakibatkan pertumpahan darah anak bangsa, hal ini tak bisa kita maafkan, untuk itu, kata Gubsu, generasi bangsa berikutnya harus menjadi generasi yang bermartabat, generasi yang punya nilai tetpuji, memahami makna kebhinekaan, Perpedoman pada nilai-nilai luhur Pancasila, ungkap Gubsu

Sebagai penutup dari rangkaian kegiatan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, seremonial dari beberapa sanggar seni di laksanakan, menceritakan peristiwa gugurnya Letda Sudjono yang di bunuh secara sadis oleh kaum Komunis masa itu. (red/SA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here